4 Macam Pengobatan Untuk Penyakit Hepatitis

4 Macam Pengobatan Untuk Penyakit Hepatitis

Infeksi virus hepatitis C adalah penyakit menular yang menyebabkan peradangan hati. Kebanyakan pasien HCV menderita kasus yang kronis. Diperkirakan 85% orang yang terinfeksi HCV terkena penyakit kronis lainnya. Beristirahat dan menjaga asupan cairan yang memadai bisa meredakan gejalanya. Namun cara ini lebih dianjurkan untuk pengobatan hepatitis virus akut. Etap saja terapi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter hanya untuk hepatitis kronis. Dan berikut adalah daftar obat yang sering dokter resepkan untuk hepatitis kronis.

Daftar Obat Hepatitis Kronis

Di samping kita harus beristirahat dan memperbanyak asupan cairan. Dokter tetap lebih meyarangkan kita sebagai pasiennya untuk menggunakan terapi obat-obatan atau kombinasi obat hepatitis. Ini dilakukan untuk meredakan gejalanya, sekaligus juga mencegah penyakit hati yang lebih parah, dan untuk mengurangi risiko kanker hati. Berikut adalah daftar obat hepatitis yang selalu dokter resepkan.

1. Interferon

Interferon adalah protein yang biasanya terdapat di dalam tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi dan untuk membantu sistem tubuh melawan HCV guna mencegah komplikasi. Obat ini terdiri dari:

  • Injeksi peginterferon alfa-2a (pegasys)
  • Injeksi penginterfon alfa-2b (pengintron, sylatron)
  • Injeksi interferon alfa-2b (intron A)

Obat ini digunakan dalam kombinasi dengan obat antivirus dan tidak ada versi generiknya jadi jangan heran kalo harganya ada sedikit mahal. Penginterferon terdiri dari interferon yang dikombinasikan dengan komponen lain yang membuat obat bertahan lebih lama dalam tubuh dan juga membantu mengurangi efek samping. Seperti:

  • Kecemasan
  • Mulut kering
  • Kelelahan berlebih
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood
  • Penurunan berat badan

2. Obat antivirus protase inhibitor

Protase inhibitor adalah obat-obatan oral yang bekerja dengan mencegah penyebaran infeksi. Obat ini menghentikan reproduksi virus dalam tubuh, meliputi:

  • Telaprevir
  • Boceprevir
  • Paritaorevir ini merupakan protase inhibitor tetapi hanya terdapat dalam viekira sebagai bagian kombinasi yang dilakukan untuk mengobati infeksi HCV.
READ  Daftar Vitamin Yang Membantu Menjaga Kesehatan Pernapasan Kita

Jenis obat ini hanya digunakan dalam kombinasi dengan terapi infeksi HCV lainnya. Telaprevir diminum 2 kali sehari. Sementara boceprevir diminum 3 kali seharu. Ke2 obat ini harus digunakan Bersama makanan. Efek samping paling umum dari obat hepatitis ini adalah anemia, diare, kelelahan, sakit kepala, mual dan muntah.

3. Obat antivirus analog nukleosida

Obat antivirus ini juga mencegah penyebaran infeksi dengan menghentikan pembentukan nukleosida pada sel-sel yang terinfeksi ribavirin. Adalah satu-satunya obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HCV dalam kelas ini. Ribavirin memerlukan kombinasi dengan jenis obat lain yaitu interferon untuk mengobati infeksi HCV. Selain itu terapi ini 3 kali lipat bisa diresepkan dengan interferon dan protease inhibitor. Obat ini tidak dapat digunakan secara independent.

Berhatilah-hatilah dalam menggunakan obat ini jika kita memiliki riwayat penyakit jantung atau kehamilan. Obat ini bisa menyebabkan resiko cacat lahir dan juga bisa menyebabkan pertumbuhan kerdil pada pasien anak-anak. Resiko ini bisa dialihkan dari pria kepada pasangan wanitanya saat pembuahan.

4. Polmerase inhibitor dan terapi kombinasi obat

Jenis obat ini mencegah terjadinya pembentukan blok virus hepatitis C. obat hepatitis ini termasuk polymerase inhibitor sovaldi, mekanisme kerja obatnya yaitu menghambat RNA polymerase yang digunakan oleh virus hepatitis C untuk mereplikasi RNA-nya. Obat ini terkadang digunakan dalam kombinasi dengan ribavirin sampai selama 24 minggu. Selain itu obat ini juga digunakan orang yang menderita infeksi virus hepatitis C dan infeksi HIV.

Obat ini harus digunakan dengan makanan dan tidak boleh dihancurkan. Efek samping yang diakibatkan oleh obat ini adalah mual, gatal, insomnia dan kelemahan.

Jenis Obat Alternatif Hepatitis

Tak hanya obat dari rersep dokter, gejala hepatitis juga bisa dikelola dengan penggunaan obat-obatan alternative. Obat alternative sering dijadikan pilihan pertama untuk pengobatan berbagai jenis penyakit termasuk infeksi hepatitis. Namun demikian konsultasikan pada dokter jika kita ingin menggunakan pengobatan herbal untuk menggantikan obat-obatan kita. Ingat bahwa semua jenis obat herbal aman dikonsumsi untuk setiap kondisi.

  1. Akar manis
READ  Mengatasi Pecah-Pecah Pada Telapak Kaki

Akar manis bisa kita temukan di asia dan timur tengah. Jenis obat herbal ini terkadang bisa digunakan sebagai solusi alternative untuk infeksi, bisul, dan bronchitis. Akar manis tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk kering, ekstrak cairan dan tablet. Selain itu akar manis juga dapat menyebabkan efek samping seperti tekanan darah rendah dan retensi cairan.

2. Milk thistle

Milk thistle bisa kita temukan di wilayah mediterania. Obat herbal jenis ini biasa digunakan untuk penyakit kanker, diabetes, hepatitis, kolesterol tinggi, dan penyakit hati. Obat herbal yang satu ini terutama tersedia dalam banyak bentuk, termasuk kapsul dan ekstrak. Meskipun kadang obat herbal satu digunakan sebagai obat alternative hepatitis. Tetapi ada baiknya kita konsultasikan dulu pada dokter sebelum kita menggunakannya.

Tags: