Amankah Posisi Miring Saat Tidur Pada Bayi?

Waktu tidur yang lama akan membuat bayi cenderung tidur dengan berbagai posisi, salah satunya dengan posisi miring, namun apakah posisi tidur miring pada bayi itu baik? Nah untuk mengetahuinya mari kita simak pembahasannya. Bayi akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Bayi yang berusia 4-7 bulan memerlukan waktu tidur 12-14 jam dalam sehari. Lamanya waktu tidur pada bayi tersebut membuatnya kerap mengubah posisi tidur mulai dari telentang, tengkurap, hingga miring.

Apakah Aman Posisi Tidur Miring

Bayi tidur miring sering berakhir dengan posisi tidur lengkap, sehingga bayi berisiko mengalami sulit bernapas. Hal ini karena saat tidur miring atau tengkurap, saluran pernapasan dapat menyumbat atau menyempit dan terhalang. Akibatnya bayi bisa mengalami kekurangan oksigen karena kesulitan bernapas.

Jalur napas yang terhalang juga dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak. Untuk mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan yang fatal tersebut, bayi yang sehat sebaiknya selalu ditidurkan pada posisi telentang.

Posisi Tidur Yang Baik Untuk Bayi

Posisi tidur yang baik untuk bayi adalah posisi telentang, jadi kita perlu memastikan bayi tidur dengan dengan posisi telentang hingga usianya 1 tahun. Posisi tidur telentang terbukti bisa menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak sebanyak hingga 50 persen.

Khusus untuk bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan. Kita perlu ketat dalam mengawasinya agar tidak berpindah posisi ke posisi miring atau tengkurap. Hindari penggunaan kasur yang terlalu empuk karena bisa mengakibatkan bayi lebih mudah bergeraj. Membedong bayi berusia di bawah 3 bulan dengan erat juga dapat mencegah posisi bayi tidur miring. Selain itu perhatikan juga untuk menghindari risiko SIDS.

  • Tidak berbagai kasur dengan bayi
READ  Mengatasi Pecah-Pecah Pada Telapak Kaki

Sebaiknya kita sebagai orang tua tidak berbagi kasur dengan bayi. karena untuk menghindari risiko bayi tertindih orang tua atau tertindih bantal dan guling yang besar. Selain sebuah studi menyatakan bahwa bayi yang tidur satu tempat tidur dengan orang tua akan menjadi lebih sering terbangun dibandingkan bayi yang tidur sendiri.

  • Tidak meletakan boneka atau mainan

Jauhkan boneka, mainan, selimut tebal atau benda-benda yang dapat menimpa dan menghalangi jalan napas pada bayi. Bahkan penggunaan bumper atau bantalan untuk melindungi sisi ranjang bayi pun tidak disarankan.

  • Selalu jaga suhu sekitar ruangan

Pastikan buah hati kita dalam keadaan hangat saat dia tertidur. Suhu ruangan yang hangat tetapi tidak panas akan membuat bayi tidur lebih nyenyak. Pakailah si kecil baju lengan panjang dan celana panjang yang menutupi kaki, tetapi hindari penggunaan selimut atau baju yang tebal.

Jika bayi tidak sengaja tidur miring atau terungkap maka segeralah balikkan posisinya menjadi telentang. Sebagian orang tua mungkin membiarkan bayi tidur miring karena takut nanti bayinya memiliki bentuk kepala peang. Namun hal ini bisa dihindari dengan memperbanyak tengkurap saat bayi terjaga di siang hari.

Tags: